Harian Aceh Selasa, 05 Agustus 2008
Banda Aceh | Harian Aceh—Kader, simpatisan dan Pengurus Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) diminta tidak arogan dalam merebut suara masyarakat Aceh. Karena, tindakan semacam itu malah akan mengikis kepercayaan masyarakat Aceh terhadap kehadiran partai lokal (Parlok) yang berbasis perjuangan ini.
“Sikap arogansi tidak akan menyelesaikan persoalan rakyat Aceh. Tidak mungkin tangan kanan memegang senjata dan tangan kiri membela rakyat,” kata Muhammad Nazar, Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) SIRA, Senin malam, di Aula tertutup Taman Budaya Banda Aceh.
Pada saat yang sama, Muhammad Nazar juga melantik Muhammad Taufik Abda sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai SIRA dan Dawan Gayo selaku Sekretaris Jenderal DPP SIRA serta seluruh kepengurusan periode 2008-2012. Di kesempatan itu, Nazar juga membuka rapat pimpinan (Rapim) I serta rapat kerja pusat (Rakerpus) Partai SIRA yang mengangkat tema ‘Bersatu Menuju Kemenangan Rakyat Aceh’.
Nazar berharap, Partai SIRA harus lebih dewasa dari usia partai itu sendiri. Para kader partai itu diminta mampu menyerap aspirasi masyarakat dengan sikap kedewasaan yang tinggi dengan tidak menampilkan sikap arogansi dan premanisme.
Menurut Nazar, kader Partai SIRA harus mampu memahami penderitaan masyarakat Aceh yang sudah berlangsung ratusan tahun silam. “Tugas kita adalah membawa masyarakat Aceh ke arah kemajuan,” ujarnya. Masa lalu, katanya, harus dilihat sebagai pengalaman untuk bercermin menggapai masa depan. “Masa depan adalah sejarah,” tegasnya.
Karenanya, lanjut Nazar, dalam menggapai masa depan, kader Partai SIRA harus bisa bersanding dengan semua elemen masyarakat Aceh lainnya. “Kita tidak boleh membalas ketidakberadaban dengan ketidakberadaban,” sarannya. “Kader Partai SIRA tidak boleh memandang partai lain sebagai musuh,” tambahnya.
Sementara Ketua DPP Partai SIRA, Muhammad Taufik Abda mengatakan terbentuknya partai ini tidak hanya dengan ucapan simsalabin. Pembentukan Partai SIRA dilalui dengan berbagai kerikil-kerikil kecil dari pihak-pihak tertentu, serta perdebatan panjang dalam penyamaan pandangan. “Karena itu, struktur serta sistem Partai SIRA harus lebih baik dari Parlok serta Parnas lainnya,” sebutnya.
Keberadaan Partai SIRA, katanya, bukan untuk memperkaya para pengurus dan kader partai, tapi untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh. “Lebih dari itu, secara program serta perilaku politik, Partai SIRA harus lebih baik,” tuturnya.
Taufik Abda menambahkan, paradigma Partai SIRA bukan sebagai kompetitor partai lainnya. “Paradigma Partai SIRA adalah fastabiqul khairat yaitu berlomba-lomba untuk kebajikan,” tambahnya. Dalam Pemilu 2009 nanti, katanya, bukan partai yang mendapat suara terbanyak yang menang sebenarnya, melainkan yang mau berbuat untuk kebajikan bagi rakyat Aceh. “Tujuan kita ke depan bagaimana Aceh harus mandiri secara politik dan ekonomi. Jadi, kita berharap tidak hanya Partai SIRA yang menang, melainkan juga harapan rakyat Aceh yang harus kita menangkan,” tandasnya.
Sebelumnya, Taufik Abda juga sempat meminta seluruh hadirin untuk mengirim doa kepada Almarhum Ridwan Haji M. Muktar, Ketua Harian Partai Rakyat Aceh (PRA) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Bunda, kemarin.(udin)
Selengkapnya...
Wednesday, 13 August 2008
Kader Partai SIRA Diminta Tidak Arogan
SIRA Optimis Raih Nasib Mujur di 2009
WASPADA ONLINE, 17 juli 2008
(LANGSA) - Sekretaris Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) Kota Langsa, T. Syafrizal, SE mengaku optimis pihaknya meraih nasib mujur pada Pemilu 2009 mendatang.
Tak hanya sebatas itu, partai berhaluan 'pembebasan' rakyat Aceh ini juga memastikan akan meraih sejumlah kursi dewan dan membentuk fraksi di DPRK setempat.
"Dengan keberhasilan lolos sebagai peserta Pemilu 2009, adalah langkah awal bagi Partai SIRA Kota Langsa untuk melaju ke tahapan berikutnya," pungkas T. Syafrizal, SE (foto) kepada Waspada di Langsa, Selasa (15/7).
Dikatakannya, Partai SIRA Kota Langsa optimis mampu meraih kursi dan membentuk Fraksi DPRK Langsa guna memperbaiki nasib hidup rakyat di daerah ini. "Sudah saatnya rakyat bangkit dari segala keterpurukan masa lalu," ucap Syafrizal lagi.
Mantan Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa mengatakan, keterpurukan ekonomi dan carut marutnya dunia pendidikan serta kesuraman pembangunan di segala lini mengharuskan semua pihak bertanggung jawab penuh untuk mengubah ke arah yang lebih baik.
Dalam pandangan Syafrizal, pemberdayaan perekonomian rakyat dan pembangunan di segala dimensi sudah saatnya kini antara partai dengan rakyat selaku konstituennya untuk berjuang secara bersama-sama. "Jadi, rakyat selaku pemilih jangan salah pilih," celutuknya lagi.
Lebih lanjut dia mengatakan, semua hal itu perlu disinergikan agar segala keterpurukan terbebas dari belenggu kemiskinan tersebut. "Dengan izin Allah dan dukungan rakyat Partai SIRA akan membawa perubahan guna mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera," demikian T. Syafrizal. (b23)
Selengkapnya...
Partai SIRA Berlogo Cinta Damai
Theglobejournal.com Tanggal 5 Maret 2008
Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) yang telah mengesahkan logo partai berwarna biru laut (warna cinta damai) dan di tengahnya bergambar bulan sabit putih---dan di depan bulan sabit melingkar 10 bintang berwarna merah ---paduan warna suci dan keberanian. Ketua II Konsolidasi Partai SIRA Safaruddin menyebutkan, lambang Partai SIRA mencerminkan Partai SIRA selalu bersikap cinta damai, dan adanya tertera 10 bintang di bendera Partai SIRA, berarti bahwa Partai SIRA bersungguh-sungguh menegakkan nilai hak asasi manusia."Partai SIRA dideklarasikan pada 10 Desember 2007.
Dan 10 Desember sebagai Hari Perayaan HAM Se-Dunia. Nah, logo bendera Partai SIRA yang berwarna biru laut dengan bulan sabit putih di tengah-tengah bersama 10 bintang berwarna merah, berarti Partai SIRA mendukung tegaknya perdamaian, keadilan dan nilai Hak Asasi Manusia di Aceh khususnya, dan di Indonesia pada umumnya,"jelas Safaruddin kepada theglobejournal.com, Selasa (4/3) malam.
Dia menambahkan, di masa mendatang, Partai SIRA segera melengkapi informasi struktur pengurus partai tingkat wilayah kabupaten/kota untuk memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Depkumham Aceh. "Insya Allah, kita bisa memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Depkumham. Kawan-kawan di tingkat kabupaten/kota sangat ikhlas bekerja untuk kepentingan mendukung perdamaian di Aceh. Partai SIRA merupakan komponen dari rakyat Aceh yang berusaha mendukung penguatan perdamaian dan penegakan nilai keadilan di Aceh lewat jalur proses penegakan perdamaian yang adil dan demokratis,"tambahnya.
Sebagaiman diketahui, hingga kini ada 13 partai politik lokal yang antara lain Partai GAM, Partai Gabthat, Partai Serambi Persada Nusantara Serikat (PSPNS), Partai Aliansi Peduli Perempuan (PARA), Partai Darussalam, Partai Rakyat Aceh (PRA), Partai Aceh Meudaulat, Partai Lokal Aceh (PLA), Partai Daulat Atjeh (PDA), Partai Pemersatu Muslimin Aceh (PPMA), Partai Aceh Aman Seujahtera (PAAS). Partai yang sudah diverifikasi yakni Partai Darussalam, PRA, PPMA. [Aiyub Syah/003]
Selengkapnya...
Wagub Aceh Ketua Majelis Partai SIRA
Harian Sinar Harapan : 14 Desember 2007
Jakarta - Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar terpilih menjadi Ketua Majelis Tinggi Partai SIRA (Suara Independen Rakyat Aceh). Partai lokal yang dibentuk oleh pemuda-pemuda pengusung referendum di masa reformasi ini menetapkan Faisal Ridha sebagai sekretaris. ”Dalam kongres kemarin (Kamis, 13/12), Nazar terpilih menjadi Ketua Majelis Tinggi Partai SIRA. Sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai SIRA Muhammad Taufik Abda,” ungkap Safaruddin, Sekretaris Pelaksana Kongres kepada SH, Jumat (14/12).
Disebutkan, dalam penghitungan suara, Muhammad Taufik Abda memperoleh 142 suara yang disusul Muhammad MTA 48 suara dan Muhammad Saleh 12 suara dengan 202 suara sah. Dalam sambutan setelah pemilihan ketua, Muhammad Nazar menyatakan akan melanjutkan perjuangan rakyat Aceh secara bermartabat, demokratis, dan damai. Nazar meng-ingatkan anggotanya untuk tidak memusuhi partai lain. ”Mari mereka dijadikan mitra yang baik untuk bersama-sama memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh,” ungkap Nazar kepada SH, Kamis (13/12).
Menyangkut bertambahnya satu partai lokal di Aceh, pengamat politik Aceh Teuku Kemal Fasya menyambut gembira. Namun dosen Universitas Malikusaleh Lhokseumawe Aceh Utara mengingatkan partai ini harus mampu merangkul seluruh elemen sipil, termasuk anggota Komite Peralihan Aceh– organisasi veteran militer GAM dan aktivis LSM yang murni.
”Perlu diingat, visi reformasi Partai SIRA akan diuji dengan menolak aktivis oportunis bergabung,” ujar Kemal kepada SH, Jumat (14/12).
Menurutu catatan SH, hingga kini sudah ada sekitar delapan partai lokal dibentuk di Aceh termasuk Partai GAM. (murizal hamzah)
Selengkapnya...
Tuesday, 5 August 2008
1000 Pimpinan Partai Sira ikut Rapimpus di Banda Aceh
Media Massa- Banda Aceh Pasca pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Partai Sira (Suara Independent Rakyat Aceh) senin malam oleh Ketua Umum Majelis Tinggi Partai SIRA, Muhammad Nazar S.Ag, di Auditorium Tamana Budaya Banda Aceh, seribuan pimpinan partai sira melakukan Rapat Pimpinan Pusat I pada Selasa pagi 5 Agustus 2008 di Gedung Sosial Banda Aceh. Demikian keterangan pers yang disampaikan oleh Shadia Marhaban selaku Ketua Panitia di Banda Aceh
Rapat tersebut, menurut Shadia, membahas serta menetapkan sejumlah draf yang telah disiapkan oleh pihak SC Panitia. Draf dimaksud berupa bahasan Rancangan Penetapan Nilai Dasar Perjuangan Partai SIRA, Pedoman Pengkaderan Partai SIRA, Platform Kebijakan Partai SIRA, Kode Etik Partai SIRA serta Rekomendasi Internal/Eksternal, bagi parlok aceh yang bernomor urut tiga tujuh tersebut.
Selanjutnya, pihak DPP Partai SIRA juga mensosialisasikan sejumlah Peraturan KPU, terdriri Peraturan No 18/2008, Kpts KPU 153/2008 dan Qanun No 3 Tahun 2008. Hal lain yang tak kalah penting, juga dilakukan sosialisasi Pedoman Penyusunan calon anggota legislatif (caleg) DPRA dan DPRK se Aceh, jelang masa pengajuan daftar caleg ke KIP di Aceh sebagai pelaksana pemilu 2009.
Pedomanan yang satu ini, lanjut Shadia, merupakan ketetapan yang telah ditetapkan oleh Majelis Tinggi Partai Suara Independent Rakyat Aceh, dimana tokoh – tokoh masyarakat Aceh yang memiliki perdamaian berkelanjutan, serta memiliki nilai kemanusiaan dan keacehan yang tinggi akan mendapat point penting.
“Dan yang terpenting nantinya, bagaimana memenangkan suara-suara rakyat Aceh secara independent tanpa mesti menjadi partai pemenang Pemilu itu sendiri,” papar Shadia, yang juga Ketua Eksternal DPP Partai SIRA, serta mantan perundingan MOU Helsinki 2005 lalu.(Dep.KH Media)
Selengkapnya...
Sudut Kiri Paling Bawah
Marilah Mencontreng
Tekad Kami
Bersama Menuju Kemenangan Rakyat Aceh
5 Nilai Dasar Partai SIRA
List Caleg DPR Aceh
List Caleg DPRK se Aceh
1.Chairani, ZA 2.Sumadi Arsyah, S.Sos.I 3.Maryama, TA.BA 4.Meutia 5.Muhammad Hasyim, SE DP V (Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya)1.Zakaria 2.Faizah 3.Mariani 4.Cut Rosidar DPR Kab. Aceh Besar DP I (Indrapuri,Kuta Cot Glie, Jantho,Seulimeum, Lembah seulawah) 1.Safrida, Spdi 2.Mukhtasar 3.Herawati 4.Azhar Faisal DP II : Lhong, Leupung,lhoknga,peukan bada,puloAceh 1.Tgk. Mustawa 2.Syafriadi 3.Suriana 4.Subhani 5.Idawati 6.Zahrul Fuadi DP III : Ingin Jaya, kuta Malaka, montasik,blang Bintang, Simpang Tiga, Suka Makmur 1.Mudzakir M. Husaini Ali 2.Muhammad Faisal DP 1V : Kuta Baro, Darussalam,Baitusslam, Mesjid Raya 1.Syarbini 2.Sulaiman Samidan 3.Linda Wahyuni,S.Pdi 4.Agus Mawar,Shi 5.Nurlaila,Amd 6.Imran DP V : Darul Imarah, Darul Kamal,Krueung Barona Jaya 1.Mujiburrahman 2.Hariadi 3.Erlina Wati