Wednesday, 13 August 2008

Kader Partai SIRA Diminta Tidak Arogan

Harian Aceh Selasa, 05 Agustus 2008
Banda Aceh | Harian Aceh—Kader, simpatisan dan Pengurus Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) diminta tidak arogan dalam merebut suara masyarakat Aceh. Karena, tindakan semacam itu malah akan mengikis kepercayaan masyarakat Aceh terhadap kehadiran partai lokal (Parlok) yang berbasis perjuangan ini.
“Sikap arogansi tidak akan menyelesaikan persoalan rakyat Aceh. Tidak mungkin tangan kanan memegang senjata dan tangan kiri membela rakyat,” kata Muhammad Nazar, Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) SIRA, Senin malam, di Aula tertutup Taman Budaya Banda Aceh.

Pada saat yang sama, Muhammad Nazar juga melantik Muhammad Taufik Abda sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai SIRA dan Dawan Gayo selaku Sekretaris Jenderal DPP SIRA serta seluruh kepengurusan periode 2008-2012. Di kesempatan itu, Nazar juga membuka rapat pimpinan (Rapim) I serta rapat kerja pusat (Rakerpus) Partai SIRA yang mengangkat tema ‘Bersatu Menuju Kemenangan Rakyat Aceh’.

Nazar berharap, Partai SIRA harus lebih dewasa dari usia partai itu sendiri. Para kader partai itu diminta mampu menyerap aspirasi masyarakat dengan sikap kedewasaan yang tinggi dengan tidak menampilkan sikap arogansi dan premanisme.
Menurut Nazar, kader Partai SIRA harus mampu memahami penderitaan masyarakat Aceh yang sudah berlangsung ratusan tahun silam. “Tugas kita adalah membawa masyarakat Aceh ke arah kemajuan,” ujarnya. Masa lalu, katanya, harus dilihat sebagai pengalaman untuk bercermin menggapai masa depan. “Masa depan adalah sejarah,” tegasnya.

Karenanya, lanjut Nazar, dalam menggapai masa depan, kader Partai SIRA harus bisa bersanding dengan semua elemen masyarakat Aceh lainnya. “Kita tidak boleh membalas ketidakberadaban dengan ketidakberadaban,” sarannya. “Kader Partai SIRA tidak boleh memandang partai lain sebagai musuh,” tambahnya.

Sementara Ketua DPP Partai SIRA, Muhammad Taufik Abda mengatakan terbentuknya partai ini tidak hanya dengan ucapan simsalabin. Pembentukan Partai SIRA dilalui dengan berbagai kerikil-kerikil kecil dari pihak-pihak tertentu, serta perdebatan panjang dalam penyamaan pandangan. “Karena itu, struktur serta sistem Partai SIRA harus lebih baik dari Parlok serta Parnas lainnya,” sebutnya.

Keberadaan Partai SIRA, katanya, bukan untuk memperkaya para pengurus dan kader partai, tapi untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh. “Lebih dari itu, secara program serta perilaku politik, Partai SIRA harus lebih baik,” tuturnya.

Taufik Abda menambahkan, paradigma Partai SIRA bukan sebagai kompetitor partai lainnya. “Paradigma Partai SIRA adalah fastabiqul khairat yaitu berlomba-lomba untuk kebajikan,” tambahnya. Dalam Pemilu 2009 nanti, katanya, bukan partai yang mendapat suara terbanyak yang menang sebenarnya, melainkan yang mau berbuat untuk kebajikan bagi rakyat Aceh. “Tujuan kita ke depan bagaimana Aceh harus mandiri secara politik dan ekonomi. Jadi, kita berharap tidak hanya Partai SIRA yang menang, melainkan juga harapan rakyat Aceh yang harus kita menangkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Taufik Abda juga sempat meminta seluruh hadirin untuk mengirim doa kepada Almarhum Ridwan Haji M. Muktar, Ketua Harian Partai Rakyat Aceh (PRA) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Bunda, kemarin.(udin)

0 suara:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com