
Banda Aceh | Harian Aceh—Kepungan banjir semakin meluas merendam Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, Sabtu (29/11). Ratusan rumah warga, sekolah, kantor pemerintahan dan swasta di lintas Timur-Utara itu ‘terapung’.
Seorang warga melintasi arus banjir di Jalan Samudera, Lhokseumawe, sambil memapah anaknya yang merupkan murid SD, Sabtu (29/11). Akibat banjir, aktivitas belajar di Lhokseumawe terpaksa dihentikan. (foto HARIAN ACEH | IRMAN SJAH)
Di Kota Lhokseumawe, sebagian besar ruas jalan tampak seperti sungai. Misalnya, Jalan Samudera, Jalan Darussalam, Jalan Tgk Chik Ditiro, dan lorong penghubung antar-jalan tersebut, yang merupakan jalur padat lalu lintas. Puluhan kendaraan roda dua dan empat sempat terjebak dalam air yang mencapai ketinggian melewati lutut orang dewasa. Sejak siang hingga sore, beberapa ruas jalan terpaksa ditutup.
Selain itu, aktivitas belajar-mengajar di semua sekolah di Jalan Samudra, di antaranya SMPN 1, MTsN, SDN 2, SDN 3, dan Taman Kanak-kanak Pertiwi, serta sekolah di Jalan Darussalam, seperti SMAN 1, SMPN 2 Lhokseumawe, dihentikan secara mendadak menyusul datangnya banjir yang menerobos ruangan belajar.
Banjir juga melumpuhkan aktivitas kantor pemerintahan dan swasta, serta tempat usaha perdagangan di sejumlah titik di kota Lhokseumawe. Beberapa desa dan kelurahan di seputaran pusat kota, nyaris tidak ada rumah warga yang luput dari genangan air. Warga terpaksa menyelamatkan perabotan dan barang inventaris lainnya ke tempat yang lebih tinggi. Rata-rata warga terlihat pasrah dengan situasi tersebut karena hujan lebat terus mengguyur.
Aceh Utara
Di Aceh Utara, sebagian wilayah barat dikepung banjir. Misalnya, Kecamatan Langkahan, Lhoksukon, Matangkuli, Paya Bakong, Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Cot Girk, Tanah Luas, Tanah Pasir, Syamtlira Aron, dan Lapang. Warga di sejumlah kecamatan itu dilaporkan bersia-siap mengungsi karena khawatir dengan ancaman banjir lebih dahsyat dari daerah penggunungan.
Sejumlah sekolah di Aceh Utara bernasib sama seperti di Kota Lhokseumawe. SMPN 1 dan SMAN 1 Langkahan, misalnya, banjir menggenangi ruangan belajar sekolah tersebut hingga sebatas lutut murid. Akibatnya, menurut pesuruh di SMPN 1, Mukhtar, proses belajar-mengajar terpaksa dihentikan. Buruh bangunan beberapa bangunan di sekolah itu juga menghentikan aktivitasnya.
“Saluran pembuang di daerah ini tersumbat, sehingga ketika hujan lebat beberapa hari ini mengakibatkan banjir hingga ke lingkungan sekolah kami,” kata M Isa Samidan, Kepala SMAN 1 Langkahan, saat dihubungi terpisah.
Menurut M Isa, banjir juga merendam Desa Simpang Tiga, Matang Rubek, dan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Langkahan. Warga setempat memperkirakan, bila hujan terus mengguyur dipastikan air dari penggunungan akan mengakibat banjir bandang yang menyapu kawasan pedalaman Aceh Utara itu. “Hingga siang ini (kemarin siang—red), hampir semua rumah sudah tergenang air,” katanya.
Di Kecamatan Lhoksukon, menurut Camat setempat, Hanafiah, banjir menyapu sejumlah desa hingga pusat kota. Bahkan, aktivitas di pusat perbelanja dilaporkan terhenti karena genangan air yang semakin meluas. Para pedagang ikan terpaksa pindah ke badan Jalan Banda Aceh – Medan untuk membuka lapak darurat. Sementara bangunan rumah toko yang lebih rendah dari badan jalan di lintasan itu terendam air.
Aceh Timur
Ratusan rumah dan ribuan hektar areal pertanian masyarakat tergenang menyusul meluapnya sungai di sejumlah kecamatan di Aceh Timur.Kawasan yang terparah terkena banjir yaitu Kecamatan Darul Aman, Julok, Simpang Ulim, Madat, Pante Bidari, Banda Alam, Darul Falah, dan wilayah Ranto Peureulak serta Birem Bayeun.
Untuk Kecamatan Darul Aman, berkisar 34 desa tergenang dan lebih kurang 500 hektar lahan persawahan tenggelam dari 21.185 hektar areal persawahan yang rencana tanam di daerah itu. Sementara warga mengungsi ke rumah-rumah tetangga yang belum tersentuh banjir.
Zulkifli, warga Gampong Jalan, Kecamatan Darul Aman menjelaskan, air mulai naik pada Sabtu (29/11) sekira pukul 03.00 dini hari. "Selain guyuran hujan seharian penuh, banjir juga diakibatkan salah satu pintu air irigasi yang tertutup mati dan tidak bisa dibuka lagi sehingga airnya meluap ke perkampungan," sebutnya.
Sementara di Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur juga menenggelamkan beberapa desa beserta areal pertanian masyarakat yang berada di daerah itu, di antaranya Desa Meudang Ara, Keude Bagok, Matang Seuleumak, Gampong Lhe, dan Baroh Bugeng.
Beberapa sekolah di sejumlah kecamatan yang terkena banjir juga ikut terendam, sehingga aktivitas belajar lumpuh total. Sejumlah titik di ruas jalan negara Medan-Banda Aceh juga ikut tergenang hingga mencapai ketinggian melewati tumit orang dewasa, terutama di Gampong Meudang Ara, Nurussalam, Aceh Timur.
Akibat genangan air di badan jalan itu, setiap kendaraan yang melewatinya harus ekstra hati-hati. Beberapa sepeda motor terjebak banjir hingga mesin kendaraannya mati di tengah genangan air.
Di Kecamatan Darul Falah, banjir melanda Desa Krueng Bugeng, Cempedak, Tunong Ule Gajah, Paya Krueng, dan Alue Siwah Sa. Untuk Kecamatan Pante Bidari yakni Desa Blang Seunong, Buket Krueng dan Alue Ie Mirah.
Selanjutnya di Kecamatan Banda Alam, terdapat lima desa yang terendam banjir, yaitu Paya Lemam, Jambo Sa, Jambo Reuhat, Seunebok Bangau, Blang Rambong, dan Panton Rayeuk. Sedangkan di wilayah Ranto Peureulak di antaranya Desa Punti Payong, Seumali, dan Tanjung Tani. Banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Birem Bayeun, perbatasan Aceh Tamiang.
Menyikapi permasalahan banjir tahunan itu, Wakil Bupati Aceh Timur Nasruddin Abubakar di sela-sela peninjauannya ke lokasi banjir mengatakan saat ini pihaknya terus mendata masyarakat yang menjadi korban banjir. “Bantuan masa tanggap darurat mulai kami salurkan,” sebutnya.
Mengungsi ke Bukit
Puluhan keluarga dari belasan gampong di Kecamatan Kuta Binjee dan Indra Makmu, Aceh Timur, dilaporkan mengungsi ke kawasan perbukitan akibat rumah mereka dikepung banjir, Sabtu (29/11). Banjir juga menyeret padi dan tanaman palawija lainnya yang tengah dipanen petani setempat.
Cut Nek, 40, warga Kuta Binje, kemarin sore melaporkan, warga yang sudah mengungsi berasal dari Gampong Keumeuneng, Blang Ladang Baro, Seuneubok Baro, Buket Panyang, Teupin Raya, Blang Jambe, Mideun, Mane Ramphak, Julok Tunong, Labuhan, Paya Pasi, dan Gampong baro,
“Sejak pagi, banjir sudah menggenangi rumah-rumah warga. Menjelang sore, air terus meninggi mencapai satu meter karena hujan lebat yang tak kunjung berhenti, sehingga warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan buruk lainnya,” kata Cut Nek.
Warga lainnya menyebutkan, hampir sati kilometer badan Jalan Banda Aceh–Medan, di kawasan Kuta Binje, terendam banjir dengan ketinggian melewati lutut orang dewasa. Banjir juga melanda Desa Tanjung Meunje, Paya Naden, Putoh, Seneubok Pidie, dan Matang Pudeng, Kecamatan Madat.
“Banjir tidak hanya merendam rumah penduduk, tetapi juga menyeret padi dan tanaman palawija yang saat ini tengah dipanen. Padi yang sudah dipotong gagal dirontokkan, malah ada yang sudah hanyut sehingga warga harus memungutnya di antara genangan air,” kata Alamsyah, warga Madat.
Langsa
Rumah-rumah penduduk di sejumlah desa sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Langsa diterobos banjir. Curah hujan hingga Sabtu (29/11) sore belum berhenti, sementara ketinggian air telah mencapai satu meter di pemukiman penduduk seperti di desa Gampong Jawa Belakang, Seulalah, Sidorejo, Sidodadi, Meurande, Langsa Lama, Asam Petik, Gampong Baru, dan Pondok Pabrik.
Menurut Dolles, warga Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, kondisi seperti itu sudah merupakan rutinitas tahunan bagi warga di sana. “Jadi kami telah siap apabila hujan turun yang cukup lama seperti hari ini (kemarin—red), warga di sini telah terlebih dahulu mengungsikan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.
Pantauan Harian Aceh, beberapa ruas jalan atau lorong tidak bisa lagi dilalui karena dipenuhi air setinggi dada orang dewasa. Seperti Jalan Masjid, Sidodadi, dua titik badan jalan itu tergenang hingga setinggi dada orang dewasa sehingga mahasiswa Universitas Samudra Langsa dan STAIN Zawiyah Cot Kala tak bisa lagi menembuk ke kampus itu.
Satkorlak dibantu anggota Satpol PP dan polisi setempat mulai membantu masyarakat di Dusun Yanjung Putus, Kampung Jawa Belakang. Di desa itu dua buah dapur umum telah didirikan, begitu juga di beberapa desa lainnya.(irs/sri/udin/sud)
Saturday, 29 November 2008
Disuarakan oleh Partai SIRA di 19:22
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sudut Kiri Paling Bawah
Marilah Mencontreng
Tekad Kami
Bersama Menuju Kemenangan Rakyat Aceh
5 Nilai Dasar Partai SIRA
1). Keislam-an
2). Persaudara-an
3). Kerakyat-an
4). Keaceh-an
5). Keadilan Sosial
List Caleg DPR Aceh
DP Aceh I : (Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar)
1. Muhammad Taufik Abda
2. T. Banta Syahrizal, ST
3. Azwir Nazar, S.Pd.I
4. Sayuti
5. Liza Fitri
List Caleg DPRK se Aceh
DPR Kota Sabang
DP Sabang I (Kec. Suka Karya)
1. Zainal Arian
2. Ibrahim Usman
3. Ely Fitiani
4. H. Munawwir Al Bahri, SHi
5. Khairul
6. Tgk. Hamdani
DP Sabang II (Kec. Suka Jaya)
1. Ridha Yunawardi
2. Yafidh
3. Cut Novayanti, SP
4. Junaidi
5. Chairil Fadli
DPR Kota Banda Aceh
DP I ( Kecamatan Meuraxa dan Kecamatan Kuta Raja )
1. Jufriadi Akmal
2. Tengku. Zulaini Putri
3. Mardali, SE.AK
4. Mahfuzh, SE.AK
5. Drh. MusdarDPII (Kecamatan Kuta Alam)
1.Ir. Asra Mardani, MT
2.Irwansyah Putra, ST
3.Yanny Mahdalena
DP III (Kecamatan Syia Kuala Dan Kecamatan Ulee Kareng)
1.Efiati , AM.d
2.Zulmaiyadi
3.Ir. Bukhari
4.Dahniar
5.Sri Wahyuni Fitri
DP IV (Kecamatan Baiturrahman dan Kecamatan Lueng Bata)
1.Chairani, ZA 2.Sumadi Arsyah, S.Sos.I 3.Maryama, TA.BA 4.Meutia 5.Muhammad Hasyim, SE DP V (Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya)1.Zakaria 2.Faizah 3.Mariani 4.Cut Rosidar DPR Kab. Aceh Besar DP I (Indrapuri,Kuta Cot Glie, Jantho,Seulimeum, Lembah seulawah) 1.Safrida, Spdi 2.Mukhtasar 3.Herawati 4.Azhar Faisal DP II : Lhong, Leupung,lhoknga,peukan bada,puloAceh 1.Tgk. Mustawa 2.Syafriadi 3.Suriana 4.Subhani 5.Idawati 6.Zahrul Fuadi DP III : Ingin Jaya, kuta Malaka, montasik,blang Bintang, Simpang Tiga, Suka Makmur 1.Mudzakir M. Husaini Ali 2.Muhammad Faisal DP 1V : Kuta Baro, Darussalam,Baitusslam, Mesjid Raya 1.Syarbini 2.Sulaiman Samidan 3.Linda Wahyuni,S.Pdi 4.Agus Mawar,Shi 5.Nurlaila,Amd 6.Imran DP V : Darul Imarah, Darul Kamal,Krueung Barona Jaya 1.Mujiburrahman 2.Hariadi 3.Erlina Wati
0 suara:
Post a Comment